Harga membuat lower high dan lower low berturut. Strategi jual (short).
Apa itu Downtrend?
Downtrend adalah kebalikan dari Uptrend: kondisi pasar di mana harga membentuk rangkaian lower high (puncak yang lebih rendah) dan lower low (lembah yang lebih rendah) secara berurutan. Ini menunjukkan bahwa penjual lebih kuat dari pembeli, dan setiap rally dijual kembali sebelum mencapai puncak sebelumnya. Downtrend sering terjadi saat kondisi risk-off global, kenaikan suku bunga agresif bank sentral, atau krisis ekonomi.
Strategi Trading di Downtrend
Pendekatan terbaik: "sell the rally" atau jual saat harga naik ke area Resistance (Hambatan) dinamis seperti Moving Average (MA) 20 atau 50, atau ke level Fibonacci Retracement 38,2%-61,8% dari swing turun sebelumnya. Masuk Short (Jual) dengan Stop Loss di atas level pivot. Hindari keras-keras mencoba masuk Long (Beli) untuk menangkap bottom - ini disebut "catching a falling knife" dan paling sering membuat trader Indonesia rugi besar.
Contoh Downtrend di Pasar Indonesia
USD/IDR sering downtrend saat Bank Indonesia agresif menaikkan BI Rate, atau EUR/USD downtrend saat ECB dovish dibandingkan The Fed. Konfirmasi downtrend dengan indikator: harga di bawah MA 200, RSI (Relative Strength Index) konsisten di bawah 50, MACD (Moving Average Convergence Divergence) histogram negatif. Tunggu momentum berakhir (divergensi bullish, candlestick pembalikan) sebelum beralih ke mode beli. Baca Panduan Pemula.
Istilah Terkait
Uptrend
Harga membuat higher high dan higher low berturut. Strategi beli (long).
Tren
Arah umum harga dalam periode. Tiga jenis: naik, turun, dan sideways.
Resistance (Hambatan)
Level harga di mana daya jual cukup kuat menahan harga tidak naik lebih jauh.
Breakdown
Harga menembus support ke bawah. Kebalikan breakout. Penjual menang.
Siap trading live?
XTB.Pilihan kami untuk analisis teknikal. Platform xStation 5 dengan charting canggih, setoran minimum $0, diatur oleh FCA dan CySEC.
71% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.