Organisasi negara eksportir minyak. Kuota produksi pengaruhi harga minyak dan commodity currencies.
Apa itu OPEC?
OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) adalah organisasi antar-pemerintah yang terdiri dari 13 negara eksportir minyak utama, didirikan pada 1960 di Baghdad oleh Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela. Anggota saat ini termasuk Aljazair, Angola, Gabon, Guinea Khatulistiwa, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Kongo, Arab Saudi, UAE, dan Venezuela. OPEC mengontrol sekitar 30 persen produksi minyak global dan 80 persen cadangan minyak terbukti dunia, memberinya pengaruh besar terhadap harga minyak global.
OPEC+ dan Keputusan Produksi
Sejak 2016, OPEC bekerja sama dengan 10 negara non-OPEC yang dipimpin Rusia dalam format yang disebut OPEC+. Keputusan produksi OPEC+ sangat mempengaruhi harga minyak: pengurangan kuota produksi menyebabkan harga minyak naik, sementara peningkatan kuota menurunkan harga. Pertemuan rutin OPEC+ adalah event yang paling dipantau pedagang komoditas dan forex. Contoh: pemotongan produksi OPEC+ pada Oktober 2022 sebesar 2 juta barrel per hari menyebabkan lonjakan harga Brent dan WTI yang signifikan.
OPEC dan Commodity Currencies
Keputusan OPEC secara langsung mempengaruhi Commodity Currency seperti Dolar Kanada (CAD) (CAD), Krone Norwegia (NOK) (NOK), dan Rubel Rusia (RUB) (RUB) yang ekonominya bergantung pada ekspor minyak. Pengurangan produksi OPEC+ biasanya memperkuat CAD dan NOK, sementara peningkatan produksi melemahkan mereka. Indonesia adalah mantan anggota OPEC (bergabung 1962, keluar 2008 karena menjadi net importir minyak, sempat bergabung kembali 2016-2018). Meskipun bukan anggota saat ini, trader Indonesia harus memantau keputusan OPEC karena mempengaruhi harga BBM domestik dan inflasi. Lihat Panduan Pemula.
Siap trading live?
XM Group.Pilihan kami untuk pemula. Diatur oleh CySEC, ASIC, dan DFSA, setoran minimum $5, akun syariah tersedia, dan mendukung micro lot.
75.33% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.