Kenaikan harga umum. Kurangi daya beli uang. Diukur CPI. Target bank sentral biasanya 2%.
Apa itu Inflasi?
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dari waktu ke waktu, yang mengurangi daya beli uang. Contoh sederhana: jika tahun lalu Rp 10.000 bisa membeli 1 kilogram beras dan tahun ini harganya Rp 11.000, itu berarti ada inflasi 10% di komoditas tersebut. Inflasi diukur menggunakan indeks harga konsumen atau CPI (Indeks Harga Konsumen) (CPI/IHK). Bank Indonesia (BI) sendiri menetapkan target inflasi sekitar 2,5% plus minus 1% per tahun.
Hubungan Inflasi dengan Kebijakan Bank Sentral
Kebanyakan bank sentral besar menetapkan target inflasi 2% sebagai angka ideal untuk pertumbuhan ekonomi stabil. Saat inflasi naik jauh di atas target, bank sentral cenderung Hawkish (Elang): menaikkan Suku Bunga untuk meredam konsumsi dan permintaan. Sebaliknya, saat inflasi terlalu rendah atau ekonomi lemah, bank sentral menjadi Dovish (Merpati) dan menurunkan suku bunga atau melakukan Quantitative Easing (QE).
Dampak Inflasi pada Forex dan USD/IDR
Secara umum, inflasi yang tinggi disertai kenaikan suku bunga = mata uang menguat (karena investor mencari imbal hasil lebih). Tapi jika inflasi tinggi tanpa respons bank sentral, mata uang melemah (hyperinflation seperti di Venezuela atau Turki). Trader Indonesia wajib memantau data IHK yang dirilis BPS (Badan Pusat Statistik) setiap awal bulan, juga data CPI AS dari Bureau of Labor Statistics yang menggerakkan USD/IDR secara signifikan. Gunakan Kalender Ekonomi. Lihat Panduan Pemula.
Istilah Terkait
Deflasi
Harga umum turun. Kebalikan inflasi. Bahaya untuk ekonomi.
Stagflation
Inflasi tinggi + ekonomi stagnan + pengangguran tinggi. Situasi tersulit untuk bank sentral.
Suku Bunga
Biaya pinjaman uang yang ditetapkan bank sentral. Adalah faktor jangka panjang terbesar yang memengaruhi nilai mata uang di pasar Forex.
Siap trading live?
Exness.Pilihan kami untuk strategi fleksibel. Leverage hingga 1:2000, penarikan instan, akun syariah tersedia, diatur oleh FCA, CySEC, dan FSCA.
78.79% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.