Pasar siap mengambil risiko. Beli aset return tinggi: saham, AUD, NZD, mata uang EM.
Apa itu Sentimen Risk-On?
Risk-on adalah kondisi pasar global di mana investor merasa optimis dan siap mengambil risiko lebih besar untuk mengejar imbal hasil lebih tinggi. Selama fase risk-on, investor menjual aset Safe Haven (Aset Aman) dan memindahkan dana ke aset berisiko seperti saham (terutama teknologi dan emerging market), cryptocurrency, obligasi korporasi high-yield, dan mata uang komoditas. Sentimen ini biasanya dipicu oleh data ekonomi positif, earnings perusahaan yang bagus, atau kebijakan Dovish (Merpati) dari bank sentral.
Mata Uang Pemenang di Fase Risk-On
Mata uang yang cenderung menguat saat risk-on: (1) Dolar Australia (AUD) (AUD) - commodity currency yang terkait ekspor komoditas ke Tiongkok; (2) Dolar Selandia Baru (NZD) (NZD) - mirip AUD, carry trade favorit; (3) mata uang emerging market seperti IDR, MXN, ZAR, BRL; (4) mata uang Skandinavia seperti NOK dan SEK. Sebaliknya, safe haven (USD, JPY, CHF) cenderung melemah karena dana keluar dari aset defensif.
Risk-On dan Strategi Trader Indonesia
Selama risk-on, USD/IDR biasanya turun (rupiah menguat) karena aliran modal asing masuk ke pasar saham IHSG dan obligasi SBN. Carry Trade menjadi strategi efektif: beli AUD/JPY atau NZD/JPY untuk memanfaatkan selisih suku bunga. Trader Indonesia bisa mengidentifikasi risk-on dari: saham AS naik (S&P 500 new high), VIX rendah (<15), yield obligasi US Treasury 10Y naik, harga crypto naik, dan AUD/JPY naik. Lihat Panduan Pemula.
Istilah Terkait
Risk-Off
Pasar menghindari risiko, pindah ke safe-haven: USD, JPY, CHF, emas.
Risk Appetite
Kesediaan pasar mengambil risiko. Tinggi = beli aset berisiko. Rendah = safe-haven.
Carry Trade
Strategi meminjam mata uang dengan suku bunga rendah dan menginvestasikannya dalam mata uang bersuku bunga tinggi, mendapat keuntungan dari selisih bunga.
Siap trading live?
XM Group.Pilihan kami untuk pemula. Diatur oleh CySEC, ASIC, dan DFSA, setoran minimum $5, akun syariah tersedia, dan mendukung micro lot.
75.33% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.