Pemerintah resmi menurunkan nilai mata uang. Beda depreciasi oleh pasar.
Apa itu Currency Devaluation?
Currency Devaluation adalah tindakan resmi pemerintah atau Bank Sentral untuk menurunkan nilai mata uang nasional terhadap mata uang lain, biasanya dalam konteks sistem Peg Mata Uang atau managed float. Devaluasi berbeda dari depreciation yang terjadi secara alami di pasar: devaluasi adalah keputusan kebijakan yang disengaja. Istilah ini teknis terbatas untuk sistem peg, tapi dalam percakapan sehari-hari sering digunakan secara luas untuk melemahnya mata uang secara umum.
Tujuan dan Dampak Devaluasi
Pemerintah melakukan devaluasi biasanya dengan tujuan: (1) membuat ekspor lebih murah dan kompetitif di pasar global untuk mengatasi defisit perdagangan; (2) mengurangi beban utang domestik dalam mata uang lokal (walau meningkatkan beban utang luar negeri); (3) memicu inflasi yang terkontrol untuk melawan Deflasi. Namun, devaluasi juga memiliki dampak negatif: (1) harga impor naik menciptakan Inflasi; (2) beban utang luar negeri (denominasi USD) membengkak; (3) daya beli masyarakat menurun.
Contoh Devaluasi Besar di Sejarah
Beberapa devaluasi besar yang menggerakkan pasar forex global: (1) China devaluasi yuan 2 persen pada Agustus 2015 yang menyebabkan koreksi pasar global; (2) Devaluasi peso Argentina berulang selama krisis ekonomi; (3) Pound Sterling pada Black Wednesday 1992 setelah tekanan George Soros; (4) Rupiah Indonesia saat krisis 1997-1998. Untuk trader Indonesia, Bank Indonesia tidak formal "devaluasi" tapi membiarkan rupiah melemah lebih dari biasanya bisa mencapai efek serupa. Memantau retorika BI adalah penting. Lihat Panduan Pemula.
Siap trading live?
Exness.Pilihan kami untuk strategi fleksibel. Leverage hingga 1:2000, penarikan instan, akun syariah tersedia, diatur oleh FCA, CySEC, dan FSCA.
78.79% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.