ForexVue

Banyak negara berlomba melemahkan mata uang untuk dorong ekspor.

Apa itu Currency War?

Currency War (perang mata uang) adalah situasi di mana banyak negara secara aktif dan bersamaan melemahkan mata uang mereka untuk mendapatkan keunggulan perdagangan dengan membuat ekspor mereka lebih murah di pasar global. Istilah ini dipopulerkan oleh Menteri Keuangan Brasil Guido Mantega pada 2010 untuk menggambarkan kebijakan quantitative easing AS yang melemahkan USD. Currency war adalah fenomena ekonomi global yang sering terjadi setelah krisis finansial atau saat pertumbuhan ekonomi global lambat.

Mekanisme dan Dampak

Negara dapat melemahkan mata uangnya melalui beberapa cara: (1) menurunkan Suku Bunga drastis untuk mengurangi daya tarik mata uang; (2) Quantitative Easing (QE) yang mencetak uang baru dan menambah supply; (3) intervensi langsung di pasar forex dengan menjual mata uang sendiri dan membeli USD; (4) Devaluasi yang dinyatakan resmi. Ketika satu negara melakukan ini, pesaingnya terpaksa merespons dengan cara yang sama, memicu spiral devaluasi kompetitif yang merugikan semua pihak dalam jangka panjang.

Currency War Historis dan Safe Haven

Contoh currency war paling terkenal: 2010-2015 di mana Fed, ECB, BOJ, dan BOE semua menjalankan QE besar-besaran untuk melawan Deflasi dan memacu ekspor masing-masing. Dampaknya pada pasar forex: Emas (Gold / XAU) biasanya naik sebagai hedge terhadap devaluasi fiat currency; mata uang emerging market seperti IDR tertekan oleh volatilitas; dan Safe Haven (Aset Aman) seperti JPY dan CHF bisa menguat meskipun negara mereka juga terlibat. Trader Indonesia harus memantau narasi currency war sebagai konteks makro yang penting. Lihat Panduan Pemula.

Siap trading live?

XTB.Pilihan kami untuk analisis teknikal. Platform xStation 5 dengan charting canggih, setoran minimum $0, diatur oleh FCA dan CySEC.

Buka akun XTB → Bandingkan alternatif: XM Group · Exness

71% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.