Indeks The Economist bandingkan harga Big Mac antar negara. Ukur PPP sederhana.
Apa itu Big Mac Index?
Big Mac Index adalah indeks informal yang diciptakan oleh majalah The Economist pada 1986 sebagai cara menyenangkan untuk menguji teori PPP (PPP) di pasar forex. Indeks ini membandingkan harga hamburger Big Mac McDonald's di berbagai negara dan menggunakan selisih harga untuk menentukan apakah suatu mata uang undervalued atau overvalued terhadap USD berdasarkan PPP. Meskipun sederhana, Big Mac Index telah menjadi alat analisis yang populer dan sering dikutip oleh ekonom, jurnalis, dan trader untuk diskusi valuasi mata uang.
Cara Kerja Big Mac Index
Contoh perhitungan: jika Big Mac dijual 5 USD di AS dan 50.000 IDR di Indonesia, maka implied exchange rate berdasarkan Big Mac adalah 10.000 IDR per USD (50.000 / 5). Jika kurs pasar aktual adalah 15.800 IDR per USD, maka IDR undervalued sekitar 37 persen dibanding USD menurut Big Mac Index. Big Mac adalah pilihan ideal untuk perbandingan ini karena dijual di lebih dari 100 negara dengan resep yang hampir sama, dan termasuk berbagai komponen biaya lokal: bahan baku, tenaga kerja, sewa, pajak, dan marjin.
Keterbatasan dan Relevansi
Meskipun menarik, Big Mac Index memiliki banyak keterbatasan: (1) tidak memperhitungkan perbedaan pajak dan subsidi antar negara; (2) upah tenaga kerja di negara berkembang jauh lebih rendah membuat harga Big Mac terlihat lebih murah artificial; (3) barang tradable global seperti Big Mac kurang mewakili seluruh ekonomi; (4) PPP hanya bekerja dalam jangka sangat panjang. Untuk trader Indonesia, Big Mac Index adalah tool analisis fundamental yang menarik sebagai starting point tapi tidak bisa diandalkan untuk timing trade jangka pendek. Lihat Panduan Pemula.
Siap trading live?
XTB.Pilihan kami untuk analisis teknikal. Platform xStation 5 dengan charting canggih, setoran minimum $0, diatur oleh FCA dan CySEC.
71% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.