ForexVue

Bank sentral beli/jual obligasi untuk kontrol likuiditas dan suku bunga jangka pendek.

Apa itu Open Market Operations?

Open Market Operations (OMO) adalah instrumen utama kebijakan moneter yang digunakan Bank Sentral untuk mengendalikan jumlah uang beredar dan suku bunga jangka pendek di ekonomi. OMO dilakukan dengan membeli atau menjual obligasi pemerintah (treasury bills, notes, bonds) di pasar terbuka. Ketika bank sentral membeli obligasi, mereka menambah uang ke sistem perbankan, yang menurunkan suku bunga. Ketika menjual obligasi, mereka menarik uang dari sistem, yang menaikkan suku bunga. Bank sentral di seluruh dunia menggunakan OMO sebagai tool kebijakan moneter sehari-hari.

Cara Kerja dan Contoh

Contoh: Federal Reserve ingin menurunkan Federal Funds Rate ke target 5,25 persen. Mereka menginstruksikan Open Market Trading Desk di New York untuk membeli US Treasury di pasar sekunder. Pembelian ini menambah cadangan bank komersial, membuat mereka lebih bersedia meminjamkan antar satu sama lain di rate yang lebih rendah. Sebaliknya, jika Fed ingin menaikkan suku bunga, mereka menjual obligasi untuk menarik cadangan bank. Bank Indonesia (BI) juga melakukan OMO melalui lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk mengendalikan rupiah dan suku bunga.

OMO vs Quantitative Easing

OMO adalah operasi rutin skala kecil yang dilakukan setiap hari untuk fine-tuning suku bunga. Quantitative Easing (QE) pada dasarnya adalah versi OMO yang jauh lebih besar dan agresif, dilakukan saat suku bunga sudah mendekati nol dan bank sentral tidak bisa menurunkan lebih jauh. Dalam QE, bank sentral membeli obligasi dalam jumlah yang sangat besar (ratusan miliar USD) untuk langsung menekan suku bunga jangka panjang dan merangsang ekonomi. Trader forex memantau OMO untuk prediksi arah suku bunga dan kurs. Lihat Panduan Pemula.

Siap trading live?

Exness.Pilihan kami untuk strategi fleksibel. Leverage hingga 1:2000, penarikan instan, akun syariah tersedia, diatur oleh FCA, CySEC, dan FSCA.

Buka akun Exness → Bandingkan alternatif: XM Group · XTB

78.79% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.