Total uang beredar dalam ekonomi. Bank sentral kontrol melalui kebijakan moneter.
Apa itu Money Supply?
Money Supply (jumlah uang beredar) adalah total uang yang tersedia dalam ekonomi pada suatu waktu tertentu. Ini mencakup uang tunai yang beredar, deposito di bank, dan berbagai bentuk instrumen keuangan lainnya. Bank sentral mengontrol money supply sebagai alat kebijakan moneter utama untuk mempengaruhi Inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan suku bunga. Money supply diukur dalam berbagai agregat: M0, M1, M2, dan M3, dengan definisi yang semakin luas sesuai tingkat likuiditas.
Agregat Money Supply
M0 (uang primer atau monetary base) mencakup uang tunai yang beredar dan cadangan bank di bank sentral. M1 menambahkan deposito giro dan tabungan yang bisa ditarik sewaktu-waktu. M2 adalah M1 ditambah tabungan berjangka dan deposito pasar uang (agregat paling banyak dipantau analis). M3 adalah M2 ditambah deposito besar dan reksa dana pasar uang institusional. Bank sentral sering menggunakan M2 sebagai indikator utama untuk memprediksi inflasi karena pertumbuhan M2 cenderung berkorelasi dengan pertumbuhan harga dalam jangka menengah sekitar 12-24 bulan kemudian.
Dampak pada Forex
Pertumbuhan money supply yang cepat (seperti saat Quantitative Easing (QE) 2020-2021) biasanya menyebabkan mata uang melemah karena supply yang bertambah lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi riil. Sebaliknya, pengurangan money supply (Quantitative Tightening (QT)) cenderung memperkuat mata uang. Trader Indonesia bisa memantau data M2 yang dirilis Fed dan Bank Indonesia setiap bulan. Data M2 AS yang dirilis Bureau of Economic Analysis sering memberi insight tentang ekspektasi inflasi jangka panjang dan arah USD global. Lihat Panduan Pemula.
Istilah Terkait
Quantitative Easing (QE)
Bank sentral beli obligasi untuk tambah likuiditas. Dipakai saat suku bunga sudah 0%. Mata uang lemah.
OMO
Bank sentral beli/jual obligasi untuk kontrol likuiditas dan suku bunga jangka pendek.
Bank Sentral
Institusi yang menentukan kebijakan moneter, mengatur suku bunga. Pengaruh terbesar pada mata uang.
Inflasi
Kenaikan harga umum. Kurangi daya beli uang. Diukur CPI. Target bank sentral biasanya 2%.
Siap trading live?
Exness.Pilihan kami untuk strategi fleksibel. Leverage hingga 1:2000, penarikan instan, akun syariah tersedia, diatur oleh FCA, CySEC, dan FSCA.
78.79% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.