ForexVue

Inverted Yield Curve

Kebijakan Moneter

Yield jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang. Sinyal resesi paling akurat dalam sejarah.

Apa itu Inverted Yield Curve?

Inverted Yield Curve adalah kondisi langka dan penting di mana Yield Curve terbalik dari bentuk normalnya: yield obligasi jangka pendek (seperti US Treasury 2 tahun) lebih tinggi dari yield obligasi jangka panjang (US Treasury 10 tahun). Situasi ini bertentangan dengan logika normal di mana investor mengharapkan imbal hasil lebih tinggi untuk meminjamkan lebih lama. Inversi terjadi ketika pasar mengharapkan pemotongan suku bunga masa depan karena antisipasi resesi yang akan memaksa bank sentral melonggarkan kebijakan.

Sinyal Resesi Paling Akurat

Inverted yield curve, khususnya spread 2Y/10Y US Treasury yang dipantau secara luas, adalah salah satu sinyal resesi paling akurat dalam sejarah modern. Dalam 50 tahun terakhir, hampir setiap inversi spread 2Y/10Y US Treasury telah diikuti oleh resesi dalam 12-18 bulan berikutnya. Fenomena ini terjadi pada 1973, 1980, 1989, 2000, 2006, dan 2019 (COVID resesi 2020) serta 2022-2023. Keakuratan historisnya membuat trader dan ekonom memantau kurva yield sebagai leading indicator ekonomi yang sangat penting untuk memprediksi siklus bisnis.

Dampak pada Forex

Ketika yield curve US inverted, pasar biasanya bereaksi dengan: (1) flight to Safe Haven (Aset Aman): USD, JPY, CHF, dan emas menguat; (2) mata uang emerging market seperti IDR, TRY, ZAR cenderung melemah karena capital outflow; (3) saham global biasanya mengalami koreksi atau bear market. Trader Indonesia harus memantau spread 2Y/10Y US Treasury yang bisa dilihat gratis di situs seperti Investing.com atau TradingView. Ketika spread negatif (inverted), pertimbangkan untuk mengurangi exposure ke aset berisiko dan long Emas (Gold / XAU). Lihat Panduan Pemula.

Siap trading live?

Exness.Pilihan kami untuk strategi fleksibel. Leverage hingga 1:2000, penarikan instan, akun syariah tersedia, diatur oleh FCA, CySEC, dan FSCA.

Buka akun Exness → Bandingkan alternatif: XM Group · XTB

78.79% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.