Grafik yield obligasi per tenor. Normal miring naik. Terbalik = warning resesi.
Apa itu Yield Curve?
Yield Curve adalah grafik yang menampilkan yield (imbal hasil) dari obligasi pemerintah suatu negara pada berbagai jatuh tempo (tenor), dari yang paling pendek (3 bulan, 1 tahun) hingga yang paling panjang (10 tahun, 30 tahun). Dalam kondisi ekonomi normal, yield curve memiliki bentuk miring naik (normal atau upward sloping): obligasi dengan tenor lebih panjang memberikan yield lebih tinggi sebagai kompensasi untuk risiko yang lebih lama. Bentuk dan kemiringan yield curve memberikan sinyal penting tentang ekspektasi ekonomi masa depan.
Bentuk Yield Curve dan Artinya
Normal yield curve (miring naik) menandakan ekonomi sehat dan ekspektasi pertumbuhan positif. Steep yield curve (miring naik tajam) menandakan ekspektasi pertumbuhan dan inflasi yang kuat, biasanya saat awal siklus ekonomi ekspansif. Flat yield curve (datar) menandakan transisi ekonomi dan ketidakpastian. Inverted Yield Curve (terbalik, di mana yield pendek lebih tinggi dari panjang) adalah sinyal resesi yang sangat akurat dan hampir selalu muncul 12-18 bulan sebelum resesi dalam sejarah 50 tahun terakhir.
Yield Curve dan Forex
Yield curve curam biasanya berkorelasi dengan mata uang yang kuat karena menandakan ekonomi tumbuh baik dan bank sentral mungkin akan menaikkan suku bunga. Yield curve yang datar atau terbalik sering melemahkan mata uang karena pasar mengantisipasi penurunan suku bunga di masa depan. Trader Indonesia harus memantau US Treasury yield curve, terutama spread 2Y/10Y sebagai indikator arah USD. Inversi yang dalam seperti pada 2022-2023 sering memicu capital flight ke Safe Haven (Aset Aman). Lihat Panduan Pemula.
Istilah Terkait
Inverted Yield Curve
Yield jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang. Sinyal resesi paling akurat dalam sejarah.
Suku Bunga
Biaya pinjaman uang yang ditetapkan bank sentral. Adalah faktor jangka panjang terbesar yang memengaruhi nilai mata uang di pasar Forex.
Basis Point
Unit ukur perubahan suku bunga. 1 bps = 0.01%. 100 bps = 1%.
Inflasi
Kenaikan harga umum. Kurangi daya beli uang. Diukur CPI. Target bank sentral biasanya 2%.
Siap trading live?
Exness.Pilihan kami untuk strategi fleksibel. Leverage hingga 1:2000, penarikan instan, akun syariah tersedia, diatur oleh FCA, CySEC, dan FSCA.
78.79% akun CFD ritel merugi saat trading dengan penyedia ini.